BIOGRAPHY

Howard Schultz “CEO Starbucks”

Do Something Successful

Howard Schultz

Surabaya, Vtrust News

 

Menikmati waktu luang dengan suasana dan tempat yang nyaman, seringkali menjadi pilihan banyak orang untuk sekadar bersantai. Banyak juga di antaranya yang mencari tempat untuk menyelesaikan pekerjaan atau bertemu dengan orang di tempat yang berkesan santai. Umumnya orang akan memilih kedai kopi dengan suasana cozy.

 ANOTHER BIOGRAPHY

Harland Sanders

“Founder Of KFC “ Banyak sekali tempat makan waralaba yang dapat ditemukan di sepanjang jalan di era ini. Bahkan restoran tersebut telah menggurita di pusat perbelanjaan dan tempat-tempat strategis di Indonesia. < read more >

Bill Gates

William Henry Gates III yang dikenal dengan Bill Gates lahir di Washington, Amerika pada 28 Oktober 1955. Lahir dari pasangan William H. Gates dan Mary Maxwell Gates.<Read More>

Soichiro Honda

Kendaraan bermotor di masa kini begitu banyak dijumpai dimana-mana. Satu di antara kendaraan tersebut adalah Honda, produksi asal negeri sakura, Jepang. Perintis dari kendaraan berupa motor dan mobil yang familiar di sepanjang jalan ini adalah Soichiro Honda. Begitulah asal nama merek “Honda” yang diambil dari nama penciptanya.<Read More>

Banyak sekali tempat yang menyediakan kopi dengan suasana unik di era ini. Sebut saja tempat kopi dengan brand ‘Starbucks’. Tempat kopi tersebut sangat familiar dikunjungi oleh banyak orang dengan cita rasa kopi yang khas dan tempat nyaman ala Starbucks. Ada yang menarik dari keterkaitan sejarah Starbucks sampai bisa dinikmati dengan mudah oleh siapa saja dewasa ini. Khususnya cerita CEO Starbucks yaitu Howard Schultz yang mampu membawa Starbucks untuk bisa dinikmati di seluruh belahan dunia.

Howard Schultz berasal dari keluarga biasa-biasa saja, begitupun dengan lingkungan tempat ia tinggal di Canarsie Bayview Houses milik New York City Housing Authority. Dikisahkan bahwa dia adalah anak satu-satunya dari keluarganya yang mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi, itu juga berkat beasiswa yang ia dapatkan di bidang olahraga. Kehidupan keluarganya yang pas-pasan, membuat ia termotivasi untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. Berangkat dari kehidupan pribadi, membuatnya bersungguh-sungguh dalam bekerja dan mengejar mimpinya.

Pada mulanya Starbucks merupakan sebuah kedai kopi di Seattle, Washington yang sering dikunjungi oleh Schultz. Kedai kopi tersebut sering memesan mesin kopi dari Hammarplast tempat Ia bekerja, salah satunya adalah mesin espresso. Sampai pada Schultz mencoba rasa kopi mereka yang menurutnya istimewa dan membuat Ia jatuh hati dengan rasanya. Perasaan itu yang membuat ia ingin menjadi bagian dari cita rasa kopi tersebut. Selama setahun Ia mencoba untuk masuk pada perusahaan berlambang duyung tersebut.

Ketika telah masuk dalam putaran bisnis di Starbucks ia berusaha mewujudkan ambisinya untuk memperluas jaringan bisnis kopi tersebut. Karena tidak sepaham dengan pemilik kala itu, Schultz memutuskan keluar dari Starbucks dan mendirikan kedai kopi sendiri bernama ‘Il Giornale’. Dengan usaha kopi barunya ternyata berhasil dan memuaskan. Setahun kemudian pemilik Starbucks menjual usaha mereka karena merasa tidak sanggup mengelola usaha yang semakin besar. Berdasarkan kecintaannya dengan Starbucks, Howard Schultz pun segera mencari pinjaman untuk membeli Starbucks yang dihargai 4 Juta Dolar kala itu.  Dia pun resmi menjadi pemilik tunggal sekaligus manager Starbukcs.

Schultz terus ekspansi bisnisnya hingga dikenal seluruh dunia. Sekalipun dalam perjalanannya sempat menutup ratusan cafe yang bersistem franchise tersebut, tapi kita semua dapat melihat eksistensi Starbucks sampai hari ini yang masih menjadi favorit penikmat kopi. Jika saja Howard Schultz menghentikan impiannya dan kembali bekerja layaknya orang lain, mungkin Starbucks hanyalah sebuah nama kedai kopi yang sudah lama tutup, bahkan mustahil untuk dikenal seluruh dunia. Tapi tekad dan kecintaannya yang kuat mampu menjadikan Starbucks, cafe yang sukses di kancah dunia.

(fda/vtrust)

Bagikan artikel ke